fbpx

Skin Barrier 101: Semua yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Skin Barrier Rusak dan Cara Menjaganya

skin barrier rusak

Belakangan ini istilah “skin barrier” jadi populer. Semua orang, terutama para beauty enthusiast sepertinya sangat akrab dengan istilah ini, apalagi di media sosial. Kita juga sering mendengar “skin barrier rusak” ketika suatu brand skincare sedang mempromosikan produk mereka.

Perlu diingat, walau kebanyakan dari kita selalu berusaha menjaga kesehatan kulit, sayangnya apa yang kita lakukan justru berefek sebaliknya. Membuat lapisan kulit terpapar bahaya dikarenakan beauty routine yang melibatkan banyak tahapan bisa menjadi salah satunya. 

Pernah nggak sih mengalami, ketika kita membeli serangkaian produk skincare, yang katanya harus dipakai secara step by step, tapi setelah mencoba, alih-alih jadi makin sehat dan glowing, kulit malah terlihat jadi lebih rapuh. 

Kondisi kulit yang memerah, kering bahkan mengelupas atau bersisik setelah mencoba serangkaian langkah skincare adalah apa yang biasa disebut sebagai skin barrier rusak. Untuk masalah kulit, nggak sedikit orang yang berpikir semakin banyak perawatan atau produk yang digunakan akan semakin baik, padahal faktanya tak selalu seperti itu. Mona Gahara, MD, seorang dermatologist bersertifikat, mengatakan kepada majalah Glamour, bahwa tahapan skincare yang ringkas adalah kunci untuk memperbaiki skin barrier-mu, dan bantu mempertahankan kesehatan kulit untuk kedepannya. 

Baca selanjutnya untuk mengetahui semua yang kamu perlukan tentang skin barrier rusak dan bagaimana cara memperbaikinya. 

Skin Barrier Itu Apa Sih?

 

Skin Barrier Itu Apa Sih?

Skin barrier punya banyak nama lain, seperti moisture barrier atau acid mantle. Dalam istilah medis, skin barrier mengacu pada lapisan teratas epidermis, yang dikenal sebagai stratum corneum, seperti yang dikatakan oleh dermatologist Shari Marchbein, MD, kepada Byrdie. Sebelum memahami apa itu skin barrier, kamu harus mengetahui kulit secara menyeluruh. 

Walaupun tidak terlihat secara kasat mata, kulit terdiri dari berbagai lapisan. Skin barrier adalah lapisan teratas kulit yang fungsinya membantu melindungi lapisan lain di bawahnya dari elemen luar. Lapisan ini bertugas untuk mencegah polutan dan bahan berbahaya lainnya untuk meresap masuk ke kulit. Mona Gohara, MD mengatakan kepada Glamour bahwa skin barrier terdiri dari berbagai senyawa, seperti sel kulit, protein dan lipid. 

Senyawa-senyawa ini terangkai secara cerdas untuk mencegah zat berbahaya masuk dan mencegah cairan atau kelembaban kulit keluar. “Sel-sel kulit berfungsi seperti batu mata, dan semennya adalah lipid dan protein disela-selanya,” jelas Gohara. Pada intinya, skin barrier adalah tembok kuat yang mencegah “musuh” masuk. 

Kenapa Skin Barrier Sangat Penting?

Sekarang setelah kamu tahu apa itu skin barrier, mulai pahamkan, kenapa orang-orang heboh banget terkait skin barrier ini. Namun kamu mungkin masih penasaran, mengingat kulit terdiri dari banyak lapisan, kenapa harus fokus ke lapisan yang satu ini?

Pada dasarnya, karena lapisan inilah yang menjaga kamu tetap hidup dan sehat. Penting sekali untuk diingat, skin barrier tidak hanya penting untuk kecantikan atau kesehatan kulit wajah, tapi juga bertanggungjawab menjaga kesehatan kulit pada tubuh secara menyeluruh. Satu studi yang diterbitkan dalam Current Problems in Dermatology menemukan, tanpa perlindungan skin barrier, tubuh akan terpapar dengan berbagai patogen dan racun. Zat-zat berbahaya ini tidak hanya akan mengacaukan kulit tapi juga kesehatanmu secara keseluruhan. Waduh!

Jika salah satu keinginanmu adalah untuk memiliki kulit yang lembab dan glowing, kamu perlu melakukan usaha ekstra untuk menjaga lapisan kulit yang satu ini. Gohara juga mengatakan, skin barrier yang sehat akan mencegah kondisi kulit seperti eczema atau atopic dermatitis. Skin barrier yang rusak bisa menyebabkan kulit teriritasi, dan kamu bahkan bisa mengalami rosacea atau munculnya jerawat. Kulit juga bisa jadi kering, yang memudahkan munculnya garis-garis halus atau kerut. Kondisi ini terjadi ketika cairan dalam kulit hilang terlalu cepat akibat lapisan pelindung yang tidak berada dalam kondisi prima. Menjaga kesehatan skin barrier akan mencegah atau memperlambat kondisi ini, sehingga membuat kulitmu tampak sehat. 

Tanda-Tanda Skin Barrier Rusak

Tanda-Tanda Skin Barrier Rusak

Jika skin barrier rusak, ada beberapa tanda yang bisa menunjukkannya. Elizabeth Geddes-Bruce, seorang dermatologist bersertifikat, menjelaskan kepada media online Glam, skin barrier yang rusak bisa tampak dari berbagai macam cara, tapi kekeringan yang berlebihan adalah salah satu gejala utamanya. 

Kulitmu bisa tampak bersisik, dan mungkin terasa gatal atau perih. Ketika dipegang, kulit juga akan terasa kering. Geddes-Bruce juga menambahkan, munculnya jerawat atau bercak merah, kulit jadi terinflamasi, juga adalah tanda-tanda skin barrier rusak. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, rasa perih ketika kamu mengaplikasikan skincare yang tidak mengandung bahan aktif. 

Namun, kondisi-kondisi di atas bukan berarti kamu membutuhkan tahapan skincare yang rumit, lho. Justru sebaliknya. Kulit lebih membutuhkan perawatan yang ringkas dan lembut. 

Hal-hal yang Bisa Menyebabkan Skin Barrier Rusak

Ada berbagai faktor yang berkontribusi terhadap kerusakan terhadap skin barrier. Faktor yang paling umum adalah pengaruh lingkungan. Khususnya di Indonesia, cuaca yang panas, sinar matahari yang terik dan sinar UV yang mencapai tingkat ekstrim bisa jadi penyebab utama. Kamu perlu menyesuaikan tahapan skincare-mu sesuai situasi ini. Jadi, memakai SPF bukan sekedar pelengkap, melainkan sebuah keharusan baik di luar maupun dalam ruangan. 

Dermatologist Mary Lupo mengingatkan untuk kamu yang hobi mandi dengan air panas. Hal ini bisa sangat berkontribusi lho terhadap kerusakan skin barrier. “Setiap kali kamu menggunakan air panas, kamu sama saja seperti sedang melelehkan lipid yang ada di kulit, lipid alami seperti fatty acids, kolesterol, trigliserida, dan ceramide,” ujarnya kepada Today. Ia menambahkan, tanpa lipid yang cukup, skin barrier bisa terancam, dan rusak dalam tempo yang lebih cepat. 

Terakhir, untuk kamu yang hobi menggunakan scrub wajah, kamu mungkin perlu melakukan pertimbangan ulang, apakah langkah ini baik atau justru buruk bagi kulit. Dikarenakan eksfoliasi berlebihan dapat merusak kulitmu, membuat iritasi bahkan membuat lapisan kulitmu menipis. Hal ini diperkuat oleh pendapat para dokter kulit yang turut menyetujuinya. Jadi jangan sampai kamu melakukannya terlalu sering, apalagi sampai dua kali sehari.

Perbaiki Skin Barrier dengan Menyederhanakan Tahapan Skincare

Dokter kulit Patricia Wexler mengatakan kepada majalah InStyle, cara terbaik untuk menjaga skin barrier rusak adalah dengan memangkas produk dengan kandungan bahan aktif. Disarankan untuk memilih gentle cleanser seperti micellar water yang formulanya dirancang khusus bagi kulit sensitif, dan pelembab yang dirancang untuk kondisi kulit tertentu seperti eczema. Jangan lupa juga untuk berkonsultasi langsung dengan dokter kulit atau dokter estetika ketika kulit kamu bermasalah, karena mereka bisa memberikan resep yang dirancang khusus untuk menyelesaikan masalah kulitmu lebih cepat. 

Dan, yang paling penting, jangan lupa untuk selalu PAKAI SUNSCREEN.

Pilih sunscreen dengan bahan yang bisa melembabkan, seperti glycerin, ceramides, dan hyaluronic acid. Padukan dengan tahapan skincare ringkas yang fokus untuk menjaga kelembaban kulit untuk mengembalikan kesehatan skin barrier

Atasi Setiap Inflamasi yang Muncul pada Kulit

Atasi Setiap Inflamasi yang Muncul pada Kulit

Ketika kita berurusan dengan skin barrier rusak, ada kemungkinan kulit kamu terinflamasi. Ini artinya kulit tidak akan bisa mentoleransi berbagai skincare produk yang biasanya kamu gunakan bisa jadi sedang nggak bisa diterima oleh kulitmu. Ketika kamu menyadari kulit mulai terinflamasi, langsung tinggalkan segala bentuk scrub, beralihlah ke gentle cleanser dan pelembab saja. 

Dan ketika inflamasi tidak mereda, segera hubungi dokter kulit, untuk kondisi seperti jerawat, eczema, atau rosacea, agar masalahnya segera teratasi. Begitu masalah ini teratasi, kamu bisa memperbaiki kerusakan skin barrier dengan lebih banyak ragam produk. Namun tetap ingat ya, kuncinya: Less is always more, so keep it simple. 

Sudah tahu kan, mengapa skin barrier rusak dan cara mengatasinya? Kalau mau tahu informasi lain seputar perawatan dan kesehatan kulit, makeup, kesehatan tubuh dan wellness, serta estetika medis, ikuti dan baca terus Beyond Aesthetic.

 

Share this to: