fbpx

Cek, 5 Perubahan Kulit yang Bisa Terjadi Ketika Masuk Usia Menopause

perubahan kulit

Memasuki usia menopause, tidak hanya tubuh tapi perubahan kulit juga dialami oleh wanita.

Perempuan itu istimewa. Ada banyak tahapan yang harus dilalui seorang wanita dalam hidupnya, berbeda dengan laki-laki yang jalan terus. Mulai dari menstruasi, lantas kehamilan, sampai “babak terakhir”, menopause. 

Semua perubahan ini disebabkan oleh hormon, yang kemudian mempengaruhi sangat banyak hal pada tubuh seorang perempuan. Ketika mencapai masa menopause, wanita akan mengalami perubahan mood, hot flashes, sampai kekeringan di area kewanitaan. Perubahan akibat menopause ini juga mempengaruhi kulit, lho.

Melansir PureWow yang mewawancarai dua orang pakar–Dr. Sarv Zand, seorang dermatologist yang memiliki spesialisasi perawatan kanker kulit dan holistik, dan Rochelle Weitzner, CEO dan founder dari Pause Well-Aging–kita lihat yuk, apa yang mungkin terjadi pada kulit seorang perempuan ketika memasuki masa menopause.

1. Perubahan Kulit Bisa Terjadi Sejak Sebelum Masa Menopause

“Tahun-tahun menuju menopause, diketahui sebagai perimenopause, ditandai dengan naik-turunnya kadar estrogen, testosterone, dan DHEA. Terjadi juga penurunan kadar hormon secara keseluruhan, tapi hal ini terjadi secara acak, membuat kulit jadi bermasalah. Wanita juga biasanya akan mengalami hot flashes dan skin flushing, alias serangan panas dan kulit jadi memerah. Kulit mereka mungkin jadi lebih kering, lebih sensitif, lebih rentang terhadap kemunculan jerawatan hormonal pada fase ini,” jelas Zand tentang perubahan kulit memasuki fase menopause.

2. Akibat Perubahan Kulit, Produk yang Dipakai Jadi Tidak CocokProduk yang Biasa Dipakai Jadi Tidak Cocok

Selain rentan berjerawat dan kulit jadi memerah, kondisinya juga akan menjadi lebih sensitif. Hal ini membuat produk yang biasa kamu pakai, jadi tidak cocok. “Sunscreen yang biasanya kamu pakai tanpa masalah, sekarang bisa jadi membuat kulitmu terbakar. Dan produk anti-aging bisa membuat kulit jadi lebih merah dan sensitif dari sebelumnya,” jelas Zand lagi. 

Perubahan kulit ini terjadi karena tingkat estrogen menurun, membuat berkurangnya produksi minyak, dan kulit menjadi kering. “Kekeringan kulit ini bisa membahayakan skin barrier dan robekan-robekan mikro bisa terjadi. Memungkinkan lepaskan cairan dari kulit dan masuknya kotoran. Akibatnya, kulit kita jadi semakin mudah teriritasi dan rentan,” dokter Sarv Zand menambahkan. 

Untuk mengurangi iritasi, Zand merekomendasikan untuk mengganti produk pembersih wajah ke formula yang lebih lembut, atau malah tidak menggunakannya di pagi hari. Cukup bersihkan wajah menggunakan air hangat. Pastikan juga untuk menggunakan pelembab dengan kandungan kaya nutrisi, seperti squalene dan ectoine, dua kali sehari. 

“Kulit menopause itu sangat kehausan, mereka juga membutuhkan hyaluronic acid agar menjadi lebih kenyal. Jadi gunakan sebelum pelembab favoritmu untuk ekstra hidrasi malam hari.”

3. Kulit Jadi Bersemu Kemerahan

Pada fase perimenopause dan menopause, kulit akan rentan terasa panas dan kemerahan. Inilah mengapa kulit sangat membutuhkan serum antioksidan dengan kandungan yang bisa menenangkan kulit, seperti resveratrol, green tea polyphenols, caffeine dan Vitamin C. Seperti produk Caudalie Resveratrol-Lift yang memiliki sejuta manfaat untuk anti-aging namun kandungannya tidak membuat iritasi berlebihan.

4. Kulit Jadi Sangat Kering dan Berjerawat di Saat yang Sama

Perubahan kulit lain yang bisa dialami saat perimenopause dan menopause, wanita akan mengalami lonjakan estrogen yang tinggi. Estrogen telah terbukti menghambat sekresi sebum yang menyebabkan kulit terlalu kering. Di saat yang sama, kadar androgen wanita, seperti testosterone, tetap berada di titik yang sama dan menstimulasi sekresi sebum. Dengan estrogen yang tidak lagi melindungi kelenjar sebaceous dan menjaganya tetap terkendali, androgen mengambil alih dan membuat kelenjar bekerja berlebihan, yang menghasilkan produksi sebum berlebih yang menyebabkan pori-pori tersumbat dan berjerawat.

Jika kamu memiliki masalah dengan jerawat yang tak mau hilang, Weitzner dan Zand menyarankan agar tidak menggunakan obat jerawat yang diperuntukkan untuk remaja, karena kandungan benzoyl peroxide akan terlalu keras bagi mereka yang memasuki usia menopause. 

Zand menyarankan untuk beralih ke retinoid yang dirancang untuk kulit kering. Kalau masih belum berhasil juga, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter kulit. Seperti SKIN+ Clinic by Euromedica Group yang sudah sangat berpengalaman menangani beragam masalah kulit wajah secara profesional. Dan tentunya ditangani oleh dokter ahli dan terjamin kualitasnya.

5. Tumit, Betis, dan Pergelangan Kaki Bisa Jadi Kering dan Menebal

Tumit, Betis, dan Pergelangan Kaki Bisa Jadi Kering dan Menebal

Zand mengatakan, terkadang banyak wanita yang tidak menyadari perubahan tubuh mereka sendiri, sampai perubahan itu muncul di wajah. Hal ini karena, ketika memasuki usia menopause, kekeringan pada kulit sebelumnya akan “menyerang” area bawah tubuh dahulu sebelum sampai ke kulit wajah. 

Area tumit, pergelangan kaki, dan betis kulitnya akan menjadi kering. Untungnya perubahan kulit ini bisa diatasi dengan menggunakan pelembab secara rutin setiap hari, terutama setelah mandi. 

Zand mengatakan, “Beri waktu untuk memberi tubuhmu sendiri penghormatan karena sudah bisa sampai di fase ini. Cobalah untuk belajar memijat diri sendiri. Sesibuk apapun kita, merawat diri sendiri sangatlah penting.”

Agar bisa selalu tampil sehat bersinar, pastikan kamu selalu memperhatikan diri sendiri agar bisa segera menyadari perubahan kulit ini, ya. Untuk tahu berbagai informasi menarik lainnya seputar kesehatan kulit, perawatan estetika medis, tren kecantikan atau makeup, cek terus Beyond Aesthetic.

Jangan lupa ikuti juga Instagram kami untuk mendapatkan info terbaru seputar kecantikan dan agar tak ketinggalan berbagai acara yang diadakan oleh Beyond Aesthetic.

Share this to: